Saturday, July 20, 2019

Evakuasi Korban Hipotermia Di Gunung Sumbing




Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan bulan juli 2019, kejadian ini menimpa rombongan pendaki dari solo.

sekitar 6 pendaki berangkat dari Basecanp Sumbing Via Adipuro Kaliangkrik.

seperti pendaki yang lainnya setiap pendaki yang melalui Basecamp ini selalu dibekali alat komunikasi berupa HT untuk mempermudah informasi dari pendaki bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

sekitar pukul 7 sore pendaki memberitahu pihak BC bahwa ada dua pendaki cewek yang terkena gejala hipotermia di puncak gunung sumbing.

akhirnya sekitar jam setengah delapan tim evakuasi berangkat, dan sampai kepuncak sekitar 2 setengah jam.

setelah sampai di lokasi tim evakuasi memberikan pertolongan pertama, sehingga pendaki mampu bertahan dengan kondisinya.

akhirnya dengan segala upaya korban bisa selamat, meskipun turunnya harus di gendong......

Untuk lebih detail silahkan lihat video berikut: Evakuasi Korban Hipotermia Di Gunung Sumbing


Monday, March 11, 2019

Satu Mayat Ditemukan Di Gunung Sumbing





Sesosok mayat yang hanya tersisa tulang belulang ditemukan di Puncak Gunung Sumbing turut Kecamatan Kalikajar Wonosobo pada Senin (11/3) pagi. Mayat tersebut ditemukan oleh salah seorang pendaki asal Tasikmalaya yang naik ke Puncak Rajawali Gunung Sumbing. 

Berdasarkan informasi tersebut, 25 anggota SAR gabungan dari (Basecamp Kaliangkrik) dan (Basecamp Garung Butuh Kalikajar) bergegas berangkat melaksanakan evakuasi.

Kapolsek Kalikajar Iptu Budi Rustanto yang turut memonitor proses evakuasi dari Pos 1 Pendakian Sumbing Via Garung membenarkan adanya informasi tersebut. 

Hingga pukul 11.30, tim SAR belum bisa mencapai lokasi karena kondisi cuaca yang cukup buruk. 

Saat ini tim SAR bisa melakukan monitoring sambil menunggu selesainya proses evakuasi. 

Identitas mayat belum bisa kami ketahui, yang jelas jenis kelaminnya laki-laki.
.


Personel Polsek Kalikajar sudah siap di Pos 1. Apabila nanti tim yang melakukan evakuasi sudah selesai, jenazah rencananya akan kami bawa ke Wonosobo untuk identifikasi dan pemeriksaan. 
Selanjutnya, Kapolsek Kalikajar menghimbau kepada masyarakat yang anggota keluarganya pamit naik Gunung Sumbing namun belum kembali, agar menginformasikan ke Polres Wonosobo. 

Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengetahui identitas korban.

Friday, March 8, 2019

3 Tips Menghindari Serangan Babi Hutan Saat Mendaki Gunung



Kami bukan ahli dunia binatang tahu persis karakteristiknya tapi yang jelas di gunung memang menjadi habitat hewan seperti burung, macan, monyet, rusa, kijang dan hewan lainnya termasuk babi hutan.

Beberapa Pengalaman seseorang ketika mendaki Gunung Sindoro di Jawa Tengah,  Papandayan Di Jawa Barat dan juga Taman Nasional Alas Purwo kerap kali selalu berjumpa dengan babi hutan (mungkin sudah jodoh hehehe..).

Salah satu warga Desa Kramat Wangi di Kaki Gunung Papandayan yang saya temui di persimpangan Pos Pendakian Pondok Salada, Ira (45) mengatakan dan membenarkan kemunculan babi hutan pada malam hari. Babi datang ke tenda untuk mencari makanan.  
Setelah saya pelajari dan amati hal seperti ini bisa kita hindari, karena tidak nyaman juga jika kita selalu kedatangan babi hutan. Berikut tips nya.

menyimpan makanan dengan baik 

Biasanya babi hutan datang ke tenda untuk mencari makanan, jadi setelah kamu memasak untuk makan malam, langsung simpan makanan di dalam tenda atau di gantung di dahan pohon. Sebisa mungkin, tenda jangan berantakan karena sisa-sisa makanan.

menghindari makanan yang berbau amis

Saya menghindari membawa makanan yang berbau seperti ikan sadden, karena makanan seperti ini yang memancing babi hutan daang ke tenda kita.
Sebai contoh jika sudah makan daging, pisahkan sisa tulang ke tempat yang tidak terjangkau.

berusaha untuk bersih di area kemah 

Kemah yang berantakan dengan sisa makanan dan barang yang berserakan bisa nengundang babi hutan. Saya pernah melihat babi hutang sedang berada di tumpukan sampah Persimpangan Pos Pendakian Pondok Salada dan Pos Gubber Hood pada malam hari.

Saturday, March 2, 2019

Inilah Deretan Gunung Paling Angker Di Indonesia


Indonesia memang terkenal dengan barisan pegunungan yang akan membuat kita berdecak kagum. Sejumlah gunung pun menjadi tantangan lebih bagi para pendaki untuk ditaklukkan. Namun, seperti yang kita pahami, bahwa lokasi-lokasi alam memang menjadi tempat-tempat 'hidup' makhluk-makhluk astral.
Kamu bisa percaya atau tidak, tapi memang hal-hal seperti ini selalu dipercaya pendaki dan penduduk sekitarnya. Berikut 10 gunung, yang katanya, paling angker di Indonesia.

1. Gunung Salak
Berada di rangkaian kawasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Gunung Salak punya banyak kisah mistik yang masih belum terpecahkan. Namun, di sana juga terdapat sejumlah makam dan tercatat beberapa kecelakaan. Salah satu cerita mistis tentang Gunung Salak adalah ketika pada 2007, 13 orang pemuda pecinta alam memutuskan untuk mendaki gunung dengan ketinggian 2.211 meter ini.
Saat tengah mendaki, salah satu pemuda itu melihat sosok hitam yang melambaikan tangan ke dia. Dirinya langsung bertanya pada teman yang berada di dekatnya apakah melihat hal serupa. Temannya hanya berkata tidak dan memintanya untuk membiarkan sosok itu. Jelang malam, cuaca yang tidak mendukung akhirnya membuat mereka membangun kemah lebih awal.
Ketika berhasil membangun tenda, pemuda yang melihat sosok hitam tadi tidak dapat tidur karena ada perasaan yang tidak nyaman. Dia pun akhirnya terjaga dan memutuskan untuk keluar tenda. Tak disangka di luar tenda sudah ada sejumlah 'pasukan' berseragam tentara berwajah pucat mengeliling tenda mereka. Dalam kondisi ketakutan, dia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih ketika seekor macan menatapnya dengan mata bersinar di antara barisan tentara itu.
Namun, tak lama kemudian terdengar suara lantunan ayat-ayat doa dari bukit di atas mereka. Suara tersebut berasal dari seorang wanita. Meski begitu dia tidak melihat wanita itu. Dia pun pelan-pelan mampu masuk ke dalam tendanya lagi dan terlelap berkat lantunan doa yang juga mengusir 'pasukan' tersebut.

2. Gunung Sumbing
Dengan ketinggian 3.371 meter, Gunung Sumbing ada di antara tiga kabupaten, yakni Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Seperti gunung-gunung lainnya, memang terdapat sejumlah pantangan yang harus ditaati pendaki. Salah satunya adalah tidak boleh naik gunung dalam jumlah ganjil.
Namun, kumpulan mahasiswa pecinta alam ini tidak menggubris dan berangkat bersebelas orang. Saat mereka mau mendaki gunung, baru seperempat jalan, personil mereka bertambah satu orang. Pendaki wanita yang punya indera keenam menyadari hal itu, meski begitu dia tidak menggubris dan tetap melanjutkan perjalanan.
Sampai di puncak, anggota ke-12 itu sudah hilang. Mereka pun beristirahat bersama, tapi penampakan tak mengenakkan mengusik mereka. Pocong muncul di antara mereka ketika sedang duduk mengelilingi api unggun. Empat orang menyadari kehadiran makhluk tersebut, termasuk pendaki yang punya indera keenam. Dia pun secara sengaja mengajak teman-temannya untuk berdoa, dengan alasan mengucap rasa syukur sudah bisa sampai.
Selesai berdoa, pocong tersebut hilang. Akhirnya mereka beristirahat sebelum turun keesokan harinya. Kejadian mistis kembali mereka alami ketika turun. Sesosok pocong mengikuti dan mengawasi mereka. Tanpa digubris, tiba-tiba pendaki yang memiliki indera keenam itu melihat sebuah pintu besar dekat lereng gunung dekat posko istirahat mereka. Pintu tersebut sangat tinggi dan indah. Terdapat penjaga dan sesosok wanita yang memanggil-manggil pendaki itu. Panggilan itu terdengar oleh ke-11 pendaki tersebut. Mereka langsung bergegas berjalan dan menuruni gunung.

3. Gunung Gede
Gunung Gede berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya di antara tiga kabupaten, yakni Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Dengan ketinggian 2.958 meter, gunung satu ini juga meninggalkan kisah mistis. Salah satunya tentang penunggu Gunung Gede yang merasuki tubuh salah satu pendaki.
Siang itu sekumpulan pendaki remaja menaiki gunung tersebut bersama beberapa pemandu. Hal tersebut dilakukan demi keamanan. Menjelang sampai ke puncak, rombongan tersebut beristirahat. Namun, salah satu pendaki melakukan tindakan yang tidak sopan. Dirinya buang air kecil sembarangan tanpa permisi terlebih dahulu. Setelah kencing sembarangan, pandangannya langsung kabur.
Dia langsung melihat sesosok pria dengan pakaian kerajaan sambil membawa keris. Di sisinya terdapat dua ekor macan yang mengerang. Sosok tersebut dipercaya sebagai penunggu yang marah akibat tindakan tidak sopan pendaki ini. Dia pun kesurupan. Kemudian, dari perspektif teman-temannya, pendaki itu mengerang dengan nafas berat dan berlari-larian naik dan turun tanjakan itu.
Teman-temannya yang kebingungan pun hanya bisa ikut berteriak histeris. Sementara pemandu dan beberapa pendaki lain berusaha menenangkannya. Dalam pandangannya, dia seperti dibawa ke sebuah era yang penuh dengan orang-orang zaman kerajaan. Dia kemudian merasa seperti ditarik menjauh dari kerajaan kemudian mulai sadarkan diri.
Saat sadar, dia kembali melihat sosok penunggu tersebut dalam keadaan marah bersama dua ekor macan tadi. Dia sadar dengan kondisi badannya sudah dibaringkan di posko terdekat. Raut wajah teman-teman dan pemandu sudah khawatir.
Tidak hanya sampai di situ, keesokan harinya saat turun, dia melewati posko yang sama ketika kesurupan dan seperti mendengar bisikan dalam bahasa Jawa, diiringi oleh erangan geram harimau. Dia pun bergegas mengucap doa dan berangkat dari posko itu untuk turun.

4. Gunung Semeru 
Dengan ketinggian 3.676 meter, Gunung Semeru ada di antara dua kabupaten, yakni Malang dan Lumajang. Gunung ini juga masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Menjadi gunung tertinggi di Jawa, Semeru juga tidak sedikit menelan korban. Sama seperti ketika perjalanan lima pendaki dan satu anjing ini yang akan membuatmu merinding.

Hari itu kelima pemuda ini memutuskan untuk melakukan ekspedisi di Gunung Semeru. Mereka merupakan kumpulan pecinta alam dari Madiun. Sesuai dengan jadwal, persiapan mereka telah selesai dan mereka langsung memulai pendakian. Namun tak lama, mereka bertemu dengan seorang pendaki wanita.
Pendaki wanita tersebut mengaku sendiri dan ingin menuju puncak. Akhirnya, dia pun diajak bergabung dengan kelompok 5 pendaki ini. Dengan mudah, mereka cepat akrab dengan pendaki wanita yang ramah serta mudah bergaul ini. Tak terasa mereka berada di salah satu pos yang sudah dekat puncak. Namun, karena malam telah tiba, mereka memutuskan untuk berkemah.
Memasuki malam, mereka pun terlelap. Meski begitu mereka tetap bergantian berjaga. Pendaki pertama yang berjaga membawa anjing untuk mengawasi binatang buas. Namun, tidak lama saat tengah malam, pendaki itu melihat pendaki wanita itu keluar dari tendanya dan berjalan ke arah hutan. Dalam keadaan bingung dan khawatir, dia pun mengikuti pendaki wanita itu.
Tak berapa lama, dia kehilangan bayangan wanita itu. Panik, dia langsung bergegas kembali ke kemah untuk membangunkan teman-temannya. Teman-teman yang kaget dengan ceritanya pun bergegas untuk mencari pendaki wanita itu.
Dalam keadaan gelap mereka tak dapat melihat apa-apa. Teriakan mereka pun percuma. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencarinya pagi hari. Pagi menjelang, mereka sudah beres-beres dan membagi kelompok dalam dua tim untuk mencari.
Salah satu kelompok tersebut mencari sampai bibir jurang Semeru. Mereka melihat sebuah ransel yang mirip dengan ransel milik pendaki wanita itu. Penasaran, mereka akhirnya menuruni jurang. Sesampainya di dasar, mereka menemukan tas ransel dan jasad yang sudah membusuk. Akhirnya, menunggu kedatangan teman lainnya, mereka membawa jasad tersebut ke posko terdekat untuk melaporkan temuan ke SAR.
SAR yang langsung mendatangi dan meninjau kondisi mereka pun mengatakan bahwa itu adalah jasad pendaki wanita. Mereka meyakini itu pendaki wanita yang bersama mereka sejak kemarin. Namun, yang membuat mereka terkejut adalah fakta bahwa jasad tersebut adalah pendaki yang sudah hilang selama satu bulan. Mereka pun terduduk lemas setelah mendengar penjelasan SAR.

5. Gunung Ungaran
Berada di Kabupaten Semarang, Gunung Ungaran punya ketinggian 2.050 meter. Gunung Ungaran juga dapat dilihat pengendara yang melakukan perjalanan darat ke selatan Semarang, dan gunung tersebut akan berada di sisi kanan. Namun, Gunung Ungaran juga menyimpan misteri, mulai dari penunggu sampai kejadian-kejadian mistis. Salah satunya adalah ketika seorang pendaki tanpa sengaja bertemu penunggu salah satu jalur perbukitan.
Saat itu, pria yang berasal dari Kota Semarang ini berangkat sendiri menuju lokasi pendakian. Mendekati lokasi pendakian, dia mulai merasa tidak nyaman. Namun, tetap dia teruskan. Memulai pendakian pukul 15.00 WIB, pria itu merasa kesulitan karena medan yang terasa lebih berat saat itu.
Sampai di sebuah hutan dengan lapangan luas dia memutuskan untuk beristirahat. Malam menjelang, dia memutuskan untuk berkemah di sana. Setelah tenda dan api unggun siap, suasana di sekitarnya tiba-tiba hening. Padahal, awalnya terasa berisik oleh suara dedaunan serta hewan.
Tak lama, dia memutuskan untuk tidak peduli dan tidur. Tengah malam dia terbangun oleh suara erangan hewan liar. Dia mengira jiwanya sudah dalam bahaya karena melihat bayangan mirip harimau. Namun, hanya beberapa saat bayangan dan suara itu hilang. Dia memutuskan untuk melihat sekitar. Saat membuka tendanya, tak disangka sebuah sosok hitam besar ada di depan tendanya. Tepat di samping sosok itu adalah macan kumbang yang hitam gelap, tapi matanya bersinar hijau.
Melihat itu pun, pendaki itu mulai membaca doa. Dia memejamkan mata. Kemudian, seolah-olah ada tawa datang dari sosok hitam itu. Seperti ada suara teriakan dari dalam hutan. Dia pun kaget dan tak sadarkan diri. Saat terbangun, dia sudah berada di tengah hutan tanpa tenda dan api unggunnya. Dia juga terbangun setelah dibangunkan oleh kelompok pendaki yang kebetulan lewat di dekatnya.

6. Gunung Merbabu
Dengan tinggi 3.145 meter, lereng Gunung Merbabu terbagi dalam empat wilayah. Lereng barat ada di Kabupaten Magelang, kemudian lereng timur masuk dalam Kabupaten Boyolali. Sementara lereng utara berada di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Terdapat tiga jalur pendakian dari Gunung Merbabu, yakni Kopeng Thekelan, Jalur Wekas dan Jalur Kopeng Cunthel.
Kejadian satu ini dialami pendaki ketika melewati Kopeng Thekelan. Pendaki ini sudah hafal dengan jalur ini. Hari itu, dia bersama enam rekannya, melakukan ekspedisi di Gunung Merbabu.
Sesampainya di posko satu, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil foto-foto. Namun, timnya yang sudah ingin bergerak, diberi kesempatan untuk mendaki terlebih dahulu. Pendaki ini akhirnya asyik foto-foto, baru tersadar kalau sudah terlalu lama ditinggal temannya.
Dia memutuskan untuk menyusul. Setengah jalan, dia bertemu seorang pendaki wanita yang juga mengaku sendiri ke puncak. Akhirnya mereka mendaki bersama. Seiring obrolan, perjalanan mereka terhambat oleh cuaca yang buruk. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat dan bermalam di satu lokasi. Keesokan paginya pendaki wanita itu bangun dan meminta izin untuk pergi terlebih dahulu.
Pria itu baru bangun beberapa jam kemudian. Dirinya terbangun dengan kaget karena badannya tidur dekat tepi tebing. Dia pun bergegas membereskan barang dan menyusul temannya di puncak. Dalam perjalanan dia melihat tas yang masih terlihat penuh dan tidak ada jejak pendaki lain di sekitarnya. Dia mengira bahwa itu adalah ransel milik pendaki wanita yang sudah berangkat tadi pagi.
Dia pun membawa bersamanya. Ketika sampai puncak, dia bingung ketika timnya mengaku tidak ada orang yang sampai ke puncak selain mereka. Dia pun berpikir bahwa wanita itu menyerah dan turun. Akhirnya ransel itu dibawa serta ketika menyelesaikan ekspedisinya.
Dia bermaksud mengembalikan ransel itu, karena terdapat alamat yang tergantung di sisinya. Bersama beberapa orang dari tim, dia akhirnya menemukan rumah pendaki wanita itu. Dia bertemu dengan ibu dari pendaki wanita itu. Namun, bukannya diterima dengan kebahagiaan, tapi air mata menetes dari sang ibu. Dibawalah pria dan timnya ke belakang rumah dan terdapat satu batu nisan yang bertuliskan nama pendaki wanita itu. Pendaki itu ternyata telah hilang selama tiga tahun dan tidak pernah ditemukan jasadnya.

7. Gunung Argapura
Berada di ketinggian 3.088 meter, Gunung Argapura merupakan gunung tertinggi di antara Gunung Raung dan Lemongan yang merupakan bagian dari Pegunungan Iyang. Gunung Argapura berada di beberapa kabupaten di Jawa Timur, yakni Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Situbondo.
Gunung ini terkenal dengan penampakan noni Belanda yang suka mengganggu pendaki. Hal tersebut dialami oleh seorang pendaki yang kebetulan mahasiswi pecinta alam dari salah satu sekolah tinggi di Jember. Dia dan tim mengeksplorasi gunung ini sejak pagi. Kemudian, mereka beristirahat di taman bunga Edelwis.
Meskipun telah diingatkan untuk tidak memetik, pendaki putri ini bersikukuh untuk memetiknya. Setelah memetik dan puas memainkan bunga itu, mereka bergerak lagi ke puncak. Namun, satu jam kemudian, menurut pengakuan teman yang ada di belakangnya, gadis itu tiba-tiba berbelok ke arah semak-semak. Setelah diteriaki dan dikejar, gadis itu tidak menggubris sampai timnya kehilangan jejaknya.
Malam yang sudah terlalu gelap membuat mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian pagi hari. Keesokan harinya, bersama warga yang ditemui saat perjalanan, mereka bersama-sama mencarinya. Gadis itu ditemukan di jalur buatan Belanda untuk menembus semak-semak. Dia terlihat lemas dan syok. Kemudian dibawa ke rumah warga.
Setelah sadar dan tenang, dia bercerita bahwa tiba-tiba dia digandeng wanita pirang dengan paras cantik. Dia dibawa ke sebuah kompleks rumah-rumah orang Belanda. Dia seperti diingatkan untuk lebih mawas diri ketika di gunung ini oleh perempuan Belanda tersebut. Kemudian, badannya mulai lemas ketika noni itu meninggalkannya.

8. Gunung Slamet
Berada di antara lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah, Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter. Gunung ini dikenal dengan medannya yang sulit dan membahayakan. Selain itu juga dikenal dengan penunggunya yang berada di pohon-pohon besar.
Hal serupa dialami oleh seorang pendaki pria asal Bandung yang mendaki bersama enam temannya. Malam pertama mereka sampai di pos dua setelah memulai perjalanan dari dukuh Bambangan. Malam itu hujan semakin deras membuat pendaki ini kalang kabut membangun tenda yang terus diterpa angin. Hujan reda sekitar dua jam kemudian. Namun, tidur salah satu pendaki terusik dengan suara dari pohon besar di dekat mereka.
Ternyata pendaki ini memiliki indera keenam dan melihat sosok makhluk besar bertengger di puncak pohon. Makhluk tersebut berbentuk kelelawar seukuran manusia dewasa, berwarna putih dengan kepala manusia. Meski begitu, makhluk itu ternyata tidak mengganggu mereka secara berlebihan. Hanya membuat suara pada pepohonan.
Pendaki itu kembali tertidur sampai pagi. Kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan ke puncak. Betapa terkejutnya pendaki itu ketika melihat sesosok hitam telah 'menunggu' mereka di posko lima. Dia pun berusaha tenang, karena pemandangan yang mengerikan. Wajah makhluk itu hitam legam dengan mata yang terbuka lebar berwarna merah.
Pendaki itu membaca doa-doa selama beristirahat. Teman-temannya yang sudah paham dengan kemampuannya ikut berdoa bersamanya. Tak lama suasana lebih nyaman dengan kicauan burung dan bertemu dengan tim lain. Perjalanan mereka berlanjut dengan lancar dan tanpa gangguan serta penampakan sejak doa-doa yang dipanjatkan sepanjang jalan.

9. Gunung Penanggungan
Gunung Penanggugan berada di ketinggian 1.653 meter dan merupakan bagian dari kluster pegunungan bersama Gunung Arjuno dan Welirang. Tepatnya, gunung ini terletak di antara Kabupaten Mojokerto (barat) dan Kabupaten Pasuruan (timur). Jaraknya 55 kilometer dari Surabaya, Jawa Timur. Gunung ini juga terkenal sebagai salah satu dari sembilan gunung suci di Jawa.
Ekspedisi di gunung ini pun tak kalah angker dengan gunung besar lainnya. Berawal dari perjalanan dua kakak beradik yang memang pecinta alam. Mereka memulai perjalanan dari LMDH Tamiajeng, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Keindahan alam pun memberikan pemandangan nyaman bagi keduanya.
Menjelang sore mereka sampai di pos dekat puncak bayangan (hampir puncak). Mereka istirahat di pos itu selama 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan untuk sampai puncak bayangan. Setibanya di sana, malam pun menutup jalur dan membuat mereka harus berkemah di salah satu goa.
Jelang tengah malam, mereka mendengar suara orang ramai-ramai ngobrol seperti di atas mereka. Mereka mengira sudah ada yang mencapai puncak terlebih dahulu. Meskipun selama perjalanan mereka tidak melihat pendaki lain. Kemudian, saat mereka memutuskan untuk tidur, terlihat lampu-lampu senter seperti menyinari jalur pendakian.
Mereka pun mengira itu adalah kumpulan pendaki lain, dan mereka berikan signal untuk bergabung di goa itu. Namun, sinar itu tidak bergerak mendekati mereka dan hanya di satu tempat saja. Tak lama mereka pun terlelap karena capek menunggu. Paginya mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat matahari terbit. Sampai di puncak, mereka menikmati terbitnya matahari, tapi kebingungan dan heran setelah melihat tidak ada satu orang pun di puncak.
Setelah menikmati matahari terbit, mereka pun turun dan kembali ke pos awal. Namun, mereka bertanya-tanya, siapa yang terdengar mengobrol dan lampu senter siapa itu?

10. Gunung Ciremai
Ada di antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, Gunung Ciremai masuk dalam Taman Nasional Gunung Ciremai. Gunung ini memiliki tinggi 3.084 meter dan yang tertinggi di Jawa Barat. Pemandangan yang indah dan medan yang tidak sulit dari gunung ini banyak pendaki lokal maupun luar Cirebon pun berdatangan.
Namun, selayaknya gunung lain, bila penunggu diganggu, maka pendaki akan diganggu juga. Hal serupa dialami oleh seorang pendaki gunung asal Cirebon. Saat itu dia pergi bersama tiga temannya berada di salah satu posko tengah jalur pendakian Ciremai. Mereka beristirahat pada malam kedua saat mereka mau turun.
Teman-temannya tiba-tiba berteriak 'Gempaa! Gempaa!', tapi pendaki asal Cirebon ini tidak merasakan gempa. Malah dia melihat sesosok berjubah putih sedang terbang di atas ketiga temannya. Kemudian, dia memanjatkan doa dan berusaha menenangkan teman-temannya.
Gangguan itu belum berakhir sampai keesokan paginya. Mereka 'disesatkan' saat turun sehingga yang hanya butuh satu jam, mereka memakan waktu lebih dari enam jam. Mereka kewalahan, pendaki itu pun akhirnya duduk dengan tenang sambil memanjatkan doa. Saat membuka mata, tiga temannya hilang, tapi dia dikelilingi tujuh pria berjubah putih.
Dia berusaha meminta maaf dan minta tidak diganggu. Usut punya usut, ternyata salah satu temannya, membuang sampah dan buang air sembarangan saat di puncak. Dia pun meminta maaf dan berjanji akan memberikan wejangan pada temannya itu.
Tak lama, dia sadar, dan teman-temannya sudah panik melihatnya tidak bangun-bangun. Dia pun menceritakan apa yang dilihat dan teman-temannya ikut berdoa dan maaf. Kemudian, perjalanan mereka pun berakhir dengan lancar.
Cerita-cerita di atas memang dialami oleh para pendaki. Namun, tidak pernah menghentikan mereka untuk mengekplorasi keindahan gunung Indonesia.

Sumber : https://planet.merdeka.com/sejarah/inilah-deretan-gunung-paling-angker-di-indonesia.html

Friday, February 22, 2019

Tips Sederhana Agar Mendaki Gunung Tak Mudah Cepat Lelah, Tetap Berstamina



Saat ini kegiatan untuk mendaki gunung sedang di minati oleh pemuda.
ada banyak faktor yang mempengaruhi orang mendaki mulai dari mengikuti suatu kelompok pendaki yang biasanya di adakan oleh kampus masing-masing , mengikuti trend dan ada pula yang terinspirasi dari menonton sebuah film.

Berikut ini beberapa tips untuk mempermudah kita dalam melakukan pendakian gunung. Beberapa diantaranya adalah :

1. Tali sepatu sebagai pengganti ikat pinggang 
Jika anda merasa repot untuk memakai ikat pinggang ada baiknya memakai tali sepatu saja sebab lebih simple dan tidak begitu repot cukup lingkarkan di celana dan di buat sampul seperti mengikat sepatu bagi anda yang mendaki memakai celana dpl maupun jeans .

2. Biasakan jangan langsung menenggak air mineral secara langsung
Cobalah untuk ketika minum biarkan dulu di bagian mulut sedikit demi sedikit di minum agar tengggorokan kita basah dan tidak cepat haus .

3. Jangan terburu-buru mengambil nafas saat perjalanan mendaki agar anda tidak merasa capek atur nafas sebaik mungkin.

4. Dalam mendaki satu hentakan nafas panjang untuk 2 kali langkah kaki .

5. Kantong plastik dapat menghangatkan bagian tangan dan kaki , selain jaket yang kita gunakan kantong plastik juga dapat sedikit menghangatkan bagian tangan dan kaki kita .

6. Usahakan lebih memilih makan sarden dari pada mie instan, sebab mie susah untuk dicerna dan dapat membuat kita lebih cepat merasa lelah oleh karena proses pencernaan mie instan tersebut .

7. Sebuah pendakian bukanlah untuk mencapai puncak semata , proses dalam melakukan hal tersebut juga tak kalah mengesankan . semoga tips diatas dapat bermanfaat !  



Wednesday, February 13, 2019

Seberapa Pentingnya Basecamp Buat Pendaki?



Istilah diatas yaitu Basecamp atau yang lebih dikenal ditelinga kita adalah istilah BC sudah tidak asing bagi para pendaki di indonesai bahkan di seluruh dunia setiap pendakian gunung maka aka nada istilah BC yang melekat pada gunung itu sendiri.

            Lalu apa fungsi dari Basecamp itu sendiri? Sebuah pertanyaan yang harusnya tidak perlu jawaban bagi pendaki senior, namun mungkin bagi pemula pertanyaan ini perlu untuk dijawab secara singkat dan jelas. Mungkin jawaban dari pertanyaan itu akan menyatu dengan judul dan pembahasan tulisan kali ini, yaitu seberapa pentningya BC buat Pendaki.

            BC (Basecamp) adalah sebuat tempat yang sederhana, namun begitu penting bagi para pendaki, selain digunakan sebagai tempat regristasi, basecamp juga digunakan untuk tempat singgah dan peristirahatan pendaki sebelum dan sesudah naik sebuah gunung.

            Namun fungsi yang paling penting menurut kami adalah fungsi koordinasi Antara pendaki dan pengelola jalur pendakian (yang dalam ini dibawah PERHUTANI), basecamp sebagai fungsi control manusia atas lingkungan dan hutan gunung, sehingga pendaki tidak bisa seenaknya sendiri untuk mengambil tanaman atau pohon dari hutan lindung milik Negara.

            Disamping masih banyak fungsi lain dari basecap, Yang jelas fungsi koordinasi dan komunikasilah yang menurut kami paling penting, sehingga dengan adanya basecamp hal-hal yang tidak dinginkan bisa diminimalisir, atau paling tidak ketika terjadi suatu hal yang darurat ada pihak terdekat yang siap membantu evakuasi.

         
            Silahkan tulis komantar anda tentang seberapa pentingnya Basecamp buat Pendaki. Dan jangan lupa Like dan share jika ini bermanfaat!

Friday, November 23, 2018

contoh lukisan pemandangan yang mudah ditiru





Ketika seseorang disuruh meniru sebuah gambar atau lukisan maka akan mengalami kesusahan untuk meniru sebuah lukisan atau gambar yang dimaksud, ketika gambar yang harus di tiru adalah lukisan atau gambar berupa barang atau benda. Namun, ketika seseorang disuruh meniru contoh lukisan pemandangan sebuah gunung maka kebanykan dari mereka akan mampu untuk menirunya meskipun tidak sama persis dengan gambar aslinya, namun paling tidak ini membuktukan bahwa contoh lukisan pemandangan yang mudah ditiru adalah gambar pemandangan gunung.
Gunung adalah satu satunya lukisan pemandangan yang mudah ditiru oleh semua orang, tidak akan hilang dari benak kita tatkala disuruh untuk membuat lukisan atau gambar di kertas kosong maka yang pertama kali muncul gambaran di dalam otak kita adalah gambar sebuah gunung.
Karena sejak kita pertama kali sekolah dan di ajarkan tentang menggambar maka gambar gununglah yang pertama kali di ajarkan oleh guru-guru kita, maka dari itu lukisan pemadangan gunung tidak akan pernah hilang dari ingatan kita dan gunung adalah contoh lukisan pemandangan yang mudah ditiru oleh siapapun dan dalam umur berapapun. Ketika seseorang sudah bisa menggambar dan melukis maka dia akan sangat mudah untuk meniru gambar pemandangan sebuah gunung.
Jadi gunung adalah contoh lukisan pemandangan yang mudah ditiru, karena kata gunung sudah tidak asing ditelinga kita.